Allah sebaik-baiknya penulis scenario

Aku rasa itu kalimat yang pantas untukku saat ini. Emang bener banget, segala hal terjadi karena sebuah alasan. Selain alasan bulan September kemarin aku di standby­kan (Novembernya habis kontrak) karena hanya satu rig yang beroperasi ada alasan lain kenapa aku dirumahkan oleh perusahaan. Eh sebentar, sebelumnya aku kira alasan dirumahkan oleh perusahaan karena kinerjaku yang kurang greget, ternyata bukan. Emang murni karena gak ada proyek. Cuman diluar nalar aja haha baru nyampek belum ada seminggu pulang lagi, tp gakpapa toh aku single bukan kepala keluarga, bukan tulang punggung jadi mungkin Allah nyuruh aku berusaha lagi, berharap lagi.

Dirumah selain ikut training K3, aku lebih banyak membaca atau bercengkrama dengan ibu. Flashback­ ngomongin masalah yang itu-itu aja dari sd sampai kemarin di tempat kerja. Eh setelah mendengar ibu hanya bilang “oalah nduk nduk ternyata jiwamu sakit”. Kita ketawa bareng, dan emang bener banget sih ini jiwa emang agak rusak wkwk kalo ngeliat yang dulu-dulu. Diri ini terlalu berlebihan HAHA. Berharap orang yang akan bersikap padaku bersikap seperti aku terhadapnya tapi nihil.

Kalo dihitung aku udah 3 bulan dirumah, dan aku jadi pendiem, banyak nyecroll hape, mbalik kertas. Disetiap yang aku baca jadi ngigetin masa lalu sampai masa kemarin. Sampai pada titik oh ternyata aku yang beda. Ya karena emang aku gak punya alasan yang masuk akal untuk membenci orang atau aku selalu punya alasan yang sama ketika menghindar dari seseorang. Disini aku berfikiran aku kelainan social haha. Padahal sebenernya orang-orang ini gak salah sih cuman akunya aja yang rada-rada over. Akhirnya aku seneng banget bisa dirumah lama, minimal aku bisa ngenali diri aku sendiri, aku harus gimana nanti kalo ketemu orang baru, lingkungan baru. Gimana emang? Yaaaa segala hal gak perlu diperbesar, diperumit, dan dimasukkan hati. ­Bodo amat maksutnya? Bisa jadi sih, cuman bukan berati bodo amat trus cuek gitu ya, atau acuh tak acuh bukan gitu. Sekedar bodo amat sama orang-orang yang gak sefrekuensi sama aku aja. Aku hanya perlu dengerin, mantengin, dan ngelanjutin aktivitasku seperti biasa tanpa perlu menjudge bahwa dia salah dan aku benar. Karena sudah terbukti selama ini, kita gak sama-sama salah. Cuman kurang ngobrol didepan dan saling mendengarkan hehe. Alhamdulillah, coba kalo dapet proyek lagi dan gajadi dipulangin?. Aku gak bakal sadar, gak bakal ngenali diri aku sendiri yang ternyata rada reject ini. Allah baik banget emang ya. Namanya manusia ya, mikirnya kenapa gak dari dulu aja disadarinnya. Tapi kan tepat waktunya Allah gak harus cepat kan? Semua ada waktunya masing-masing karena bulan dan matahari muncul atas shiftnya masing-masing. Matahari gak akan muncul di malam dan begitupun bulan.

Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju…. (garis waktu, fiersa besari) Aku tersadar bahwa jiwaku terganggu. Kecewa atas anganku terhadapmu, terhasut oleh omongan orang atasmu. Padahal akupun tak sebaik yg kau kira. Kemudian aku pergi karena ingin berdamai dengan diriku yang beda, bukan karena kamu yang salah. Bodohnya aku yang dulu, kenapa aku harus kecewa atas pilihanmu, atau atas perkataanmu yang berubah di lain waktu. Bukankah kamu punya alasan atas apa yang kau pilih? dan bisa jadi ini bukan karenamu kan? Kenapa aku harus protes? Ah, aku juga tak tau kenapa aku bisa begitu, harusnya aku dulu bertanya bukan banyak berangan-angan. (mu, disini tidak cuman kamu tapi kamu-kamu yang pernah merasa dekat denganku hehe) Teruntuk teman teman di bangku sekolah berdasi merah sampai berdasi abu-abu, teman-teman dibangku kuliah, teman se organisasi, teman sekosan, teman karaoke, teman sekamar, teman kerja, teman ngopi, teman di dunia maya dan semua orang yang pernah berjabat tangan dan bertukar senyuman untukku. Terimakasih telah memberi kesempatan untuk mengenal, memberi tahu arti kehidupan dan yang jelas memberi kesadaran bahwa aku tertau banyak mengkritisi yang harusnya hanya sekedar dimaklumi. Manusia tempatnya salah memang, tapi untuk diriku ini banyak sekali salahnya dan aku tidak akan memaksamu untuk memaafkanku yang dulu. Dan teruntuk kamu yang masih bersamaku, menerima keperbedaanku. Terimakasih telah bodo amat atas keanehanku. Terimakasih sudah bertahan

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai